double slit experiment

Sedikit mengenai Double Slit experiment….

Sebuah photon ditembakan kearah sebuah lempengan metal yang memiliki 2 celah yang dapat dibuka dan ditutup. Dibelakang kertas itu ada kertas film yang sensitif yang kalau ada photon mengenai celah itu maka akan membuat warnanya berubah menjadi putih.

Percobaan pertama sebuah photon ditembakan, dah celah sebelah kiri ditutup. Hasilnya adalah dikertas foto itu terdapat tanda berwarna putih yang menyerupai bentuk celah sebelah kanan dan persis berada dikanan.

Percobaan kedua jg sama, kali ini sebelah kanan yang ditutup dan hasilya adalah terdapat tanda berwarna putih yang menyerupai celah tersebut.

Sekarang berdasarkan kedua hasil diatas, seseorang mungkin akan berpikir kalau kedua celah itu terbuka maka ketika sebuah Photon ditembakkan, hanya akan membuat sebuah tanda saja, Either disebelah kiri atau disebelah kanan saja atau keduanya

Tetapi yang terjadi adalah pada seluruh bagian kertas foto tersebut terdapat tanda putih diselingin tanda hitam dan putih lagi ?

Lalu bagaimana hal ini bisa terjadi ?

Sebuah detektor photon dipasang untuk membuktikan bahwa memang hanya sebuah Photon yg ditembakan. Tetapi hasil yang didapat jg sama.

Bagaimana mungkin sebuah Partikel Phton bisa berda pada 2 tempat sekaligus ?

Jawabannya adalah bahwa Photon memiliki sifat gelombang.

Bayangkan jika kita menjatuhkan batu kedalam air, maka akan timbul “Ripple”, Photon jg sama. Photon adalah jg sebuah gelombang, ketika 1 gelombang mengenai lempengan metal itu maka hanya gelombang pada bagian celah yang terbuka saja yang dapat terus. Setelah melewati celah tersebut, seolah2x maka akan terdapat 2 gelombang yang jg memiliki “Ripple”. Ripple ini akan saling berinteraksi 1 dengna yang lainnya dan menyebabkan difraksi dan interferensi. Ada yang saling menguatkan dan juga ada yang saling menghilangkan.

Bayangkan kalau kita punya ember besar. Lalu kita kasih pembatas yang ada celahnya di tengah2x.

Ketika kita jatuhkan kerikil disisi yang 1 maka akan timbul sebuah “Ripple” dan setelah melewati pembatas tersebut akan ada 2 ripple yg lebih kecil.

Hal inilah yang terjadi pada photon.

Percobaan selanjutnya menambahkan photon detector pada saat photon keluar dari “accelerator” dan jg pada setiap sisi celah. Pada setiap titik ditemukan photon.

Percobaan ini membuat banyak ilmuwan menjadi bingung mengenai sifat materi itu sendiri. Bagaimana mungkin sebuah Photon dapat menjadi 2 buah photon yang jg adalah sama. Karena ketika menggnuakan Detektor, masig2x detektor mendeteksi hanya ada 1 buah photon saja.

Btw, cara sebuah photon detector mengetahui ada photon yang lewat hanyalah dengan menhitung energinya jadi jgn dibayangkan seperti sebuah photo yang menfoto objek. Maka ada beberapa ilmuwan yang merasa detektor ini tidak akurat, but walaupu begitu, uji lab dengan menggunakan hasil dari kertas foto tersebut sudah menunjukan bahwa sebuah Photon yang melewati 2 celah akan memiliki sifat gelombang dan menunjukan bahwa “virtually” terapat 2 atau lebih partikel photon yang melewati celah tersebut. Bahkan berdasarkan pengertian fisika Quantum kata Virtually jg sebenarnya tidak tepat. Memang ada 2 buah photon atau lebih pada saat yang bersamaan yg melewati celah itu.

But….ada 1 filisofi umum yang berasarl dari pemikiran Weiner Heisenberg mengenai Quantum theory. Dia dijuluki “Prince Of Uncertainty.”

Bahasa fisikan, “Jika kita ingin mengetahui Kecepatan sebuah partikel maka kita tidak akan pernah dapat memastikan posisinya dan juga sebaliknya jika kita ingin memastikan dimana posisinya maka kita tidak dapat mengukur kecepatannya.”

Hal ini merupakan Great Debate of the 20th century antara Albert Einstein-lande vs Bohr-Heisenberg. Einstein memebuat beberapa kesalahan karena memaksakan prinsip bahwa “I cannot believe that God would choose to play dice with the universe.” dan Bohr membalas dalam suratnya, “Einstein, Pls don’t tell God what to do.”

Karena dengan adanya prinsip ini, implkasinya adalah semua hal yang dapat kita ukur merupakan sekumpulan nilai2x Probabilistik dan karenanya semua kalkulasi yang kita lakukan merupakan sekumpulan nilai2x Probabilistik juga sehingga tidak akan pernah dapat dikatakan bahwa suatu hal2x benar2x Deterministik 100 %.

So in human words…. “There is nothing certain in this world, The Only Certain thing is the Uncertainty itself.”

Tentang jejakfarmasis

Seorang pemuda yang punya banyak ambisi. Sedang berusaha memperbaiki sikap yang suka setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu. Sekarang tengah menempuh pendidikan S1 di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Baru mulai Blogging, jadi mohon kritik dan saran yang membangun.
Pos ini dipublikasikan di Hobi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s